

Di abad 21, startup menjadi salah satu kantor yang paling diincar anak muda. Salah satu alasannya adalah startup selalu memiliki tempat yang cozy. Bahkan beberapanya bisa mengatur jam kerjanya sendiri. Ini menjadi bukti bahwa sebagian besar pekerja tidak suka dikekang namun tetap sanggup memberikan kontribusi yang mumpuni. Terbukti Indonesia menjadi salah satu negara pencetak startup terbanyak sehingga menarik banyak investor startup berinvestasi.
Saat berinvestasi, investor tidak semudah itu lho memberikan kuncuran dana untuk bisnismu. Beberapa hal dijadikan pertimbangan termasuk alasanmu mendirikan perusahaan ini. Tentu saja kamu tidak hanya iseng, kan? Beberapa riset pasti sudah dilakukan demi terbentuknya perusahaan yang besar dan stabil. Selain itu, seberapa besar dana yang kamu butuhkan bisa dirinci, barulah mencari investor dan pahami mereka dengan 3 hal ini.
Memberikan solusi di masyarakat
Sebelum memberikan kucuran dana, investor akan mengkaji dulu jenis usaha yang kamu bangun. Satu hal yang perlu kamu tahu, investor startup suka sekali kalau model bisnismu mampu memberikan solusi untuk banyak orang. Tentunya untuk mengetahui ini, kamu harus melakukan riset terlebih dulu. Riset yang didapat bisa membantumu menentukan tujuan bisnis akan dijalankan seperti apa.
(Baca Juga: Urus SIUP? Jangan Lupa Lengkapi Persyaratan Ini)
Tim solid dan berkembang bersama
Saat membentuk sebuah tim atau rekan kerjasama, sahabat dekat saja tidak cukup menjadikan mereka sebagai rekan yang pas. Sebaiknya kalian punya visi misi yang sama sehingga akan lebih mudah berjalan dan berkembang bersama. Selain itu, pastikan kalian memiliki pemahaman yang baik untuk bisnis kalian ya sehingga investor pun percaya kalau kalian mampu menjalankan dan mengembangkan bisnis ini.
(Baca Juga: Pengertian PT Ini Wajib Diketahui Anak Muda)
Tahu tujuan yang jelas dari bisnismu sendiri
Terakhir dan salah satu yang paling penting adalah kalian tahu peluang pasar. Dengan mengetahui peluang pasar, kalian tahu siapa yang menjadi sasaran produk/jasa dari model bisnis ini. Dari sini Anda bisa mengetahui apakah bisnismu bisa mengembangkan produk lain sehingga terus menjadi solusi bagi masyarakat. Karena umumnya startup identik dengan “bakar uang”, kamu harus tahu dan tentukan batasan waktu sampai kapan akan bakar uang dan meraih keuntungan.