Sebagai perusahaan berbadan hukum, akta pendirian berbahasa Indonesia merupakan syarat mutlak yang harus dibuat di hadapan notaris. Beberapa penjelasan yang perlu dicantumkan dalam akta, yakni:

1. Nama PT

Anda harus memberikan 3 pilihan nama yang terdiri dari 3 kata dalam bahasa Indonesia.

2. Tempat dan Kedudukan

Kantor dan kedudukan secara sederhana disebut juga lokasi kantor pusat. Lokasinya harus ada di kota atau kabupaten. Untuk wilayah DKI Jakarta, tempat dan kedudukan badan usaha harus berada diluar lingkungan perumahan. Kantor yang berlokasi di Ruko/Rukan harus dibuktikan dengan kepemilikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan bukti sewa atau bukti kepemilikan temoat usaha tersebut.

3. Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha

Bagian ini berisi penjelasan jenis bidang usaha yang Anda jalankan, misalnya bidang usaha perdagangan, bidang usaha jasa konstruksi, bidang usaha percetakan, bidang usaha industri, bidang usaha jasa periklanan, dan sebagainya.

4. Struktur Permodalan

Pencantuman struktur permodalan di akta diperlukan untuk mengetahui visi pendanaan perusahaan. Sesuai persyaratannya, modal dasar minimal yang harus dimiliki adalah sebesar Rp 50 juta. Sementara modal setor minimalnya adalah sebesar 25% dari modal dasar, yang menjadi tanggung jawab dari kedua orang pemegang saham.

5. Susunan Pemegang Saham

Dalam susunan pemegang saham, struktur organisasi perusahaan setidaknya memiliki 1 orang direksi dan 1 orang komisaris. Apabila jumlah pemegang sahamnya lebih dari satu, maka peran pemegang saham di dalam struktur organisasi perusahaan perlu ditingkatkan menjadi direktur utama atau komisaris utama.